Jumat, 24 Februari 2017

Karya Ilmiah Peluang Bisnis Dalan Bidang Komik Bagi Mahasiswa Aktif


PELUANG BISNIS DALAM BIDANG KOMIK

BAGI MAHASISWA AKTIF

















Disusun oleh :

Nama : Zauvik Rizaldi Ma’ruf

NIM : 16.11.0467

Kelas : TI-08





BAB 1



1.1 Abstrak

Mencari tambahan penghasilan ,erupakan mimpi semua orang. Salah satunya bagi mahasiswa aktif yang suka bercerita lewat gambar.

Dunia perkomikan di Indonesia adalah suatu hal yang patut menjadi salah satu bidang yang harus dikembangkan di lingkup industri kreatif. Banyak negara yang telah sukses dalam bidang komik, bahkan menjadi salah satu sumber pendapatan visa. Dalam hal tersebut, negara yang patut menjadi contoh adalah Amerika dan Jepang. Di Jepang dan Amerika, marketing komik sudah melebar, bukan saran hiburan saja, tapi sudah merambah ke area periklanan.

1.2 Rumusan masalah

1.2.1 Bagaiana perkembangan komik di Indonesia?

1.2.2 Apakah bisnis komik indie adalah bisnis yang tepat bagi mahasiswa aktif?

1.3 Tujuan

Mengetahui perkembangan perkomikan di Indonesia untuk memetakan strategi dan memotovasi.

Menghilangkan keraguan mahasiswa yang ingin bergerak di bidang komik.





BAB 2

ISI



2.1 Kondisi perkembangan komik di Indonesia ditinjau dari aspek  sejarah komik di Indonesia

1. Periode 1930an

Pada awal kelahirannya, komik Indonesia lebih banyak hadir dalam bentuk komik strip di berbagai surat kabar. Komik-komik karya komikus tanah air ketika itu dapat juga ditemukan pada surat kabar Belanda seperti De Java Bode dan D’orient, bersanding bersama komik luar seperti Flippie Flink dan Flash Gordon. Put On adalah karakter pertama komik Indonesia yang merupakan karya Kho Wan Gie dan dimuat dalam harian Sin Po. Selain komik Put On, di Solo hadir pula komik Mentjari Poetri Hidjaoe yang merupakan karya Nasroen A.S. dan diterbitkan oleh mingguan Ratu Timur.

2. Periode 1940-50an

Pada akhir 1940an, banyak komik strip Amerika yang dibukukan oleh penerbit lokal. Komik-komik strip tersebut sebelumnya telah rutin muncul sebagai suplemen mingguan surat kabar tanah air. Saat komik Amerika membanjir itulah, Siaw Tik Kwei kemudian hadir dengan komik yang berhasil mengalahkan popularitas Tarzan di kalangan pembaca lokal. Diadaptasi dari legenda Tiongkok, tokoh utama komik tersebut adalah Sie Djin Koei.

Kepopuleran komik Amerika ketika itu kemudian menginspirasi R.A. Kosasih untuk membuat sendiri karakter superhero ala Indonesia. Lalu lahirlah Sri Asih, karakter komik yang merupakan adaptasi dari Wonder Woman. R.A. Kosasih kemudian dikenal sebagai Bapak Komik Indonesia dan karyanya menginspirasi lahirnya karakter superhero kreasi komikus lokal lainnya, seperti Siti Gahara, Puteri Bintang dan Garuda Putih/

Selain karakter superhero, awal tahun 1950-an menandai kelahiran pertama buku komik Indonesia. Adalah Abdulsalam, salah satu pionir komik tanah air yang membuat komik strip perjuangan dengan judul Kisah Pendudukan Jogja. Komik strip Abdulsalam tersebut terbit di harian Kedaulatan Rakyat hingga akhirnya dibukukan oleh harian Pikiran Rakyat. Komik Kisah Pendudukan Jogja bercerita tentang agresi militer Belanda ke kota Yogyakarta pada tahun 1948-1949.

3. Periode 1960-70an

Periode ini diakui banyak orang sebagai era kejayaan komik Indonesia. Banyak komikus berbakat lahir untuk kemudian menghasilkan karya yang melegenda. Si Buta Dari Gua Hantu (Ganes TH), serial Mahabharata (R.A. Kosasih), Gundala Putra Petir (Hasmi), Godam (Wid NS), Panji Tengkorak (Hans Jadalara), Jaka Sembung (Djair), Rio Purbaya (Jan Mintaraga) adalah sebagian dari karakter komik yang popular pada masa itu.

Ada 3 tema besar pada periode ini; romance (dimotori Jan Mintaraga), silat (dimotori Ganesh TH) dan superhero (dimotori Hasmi dan Wid NS). Dalam membuat karakter superhero, pengaruh komik Amerika dapat terlihat pada tokoh-tokoh komik yang hadir. Namun gaya Amerika yang dipadu dengan cerita dan nuansa lokal, membuat komik-komik karya komikus lokal digandrungi masyarakat.

Komik Si Buta dari Gua Hantu dan Panji Tengkorak yang diangkat ke layar lebar, berturut-turut pada tahun 1970 dan 1971, semakin mempertegas kejayaan komik Indonesia ketika itu.

4. Periode 1980an

Pada tahun 1980an jagad komik Indonesia memasuki masa suram. Serbuan komik Jepang, Hong Kong dan Eropa (setelah sebelumnya komik Amerika bersaing dengan komik lokal) serta berkurangnya karya komikus Indonesia yang diterbitkan, disebut-sebut sebagai beberapa alasan kemunduran yang terjadi. Kalah bersaing di toko-toko buku, membuat para komikus tanah air ‘bergerilya’ melalui komik strip dan karikatur di harian nasional. Salah satu komik strip yang cukup fenomenal masa itu dan masih setia hadir hingga hari ini adalah Panji Koming (Dwi Koen).

Namun di tengah kelesuan dan masa suram tersebut, masih ada komikus yang berhasil menembus pasar komik Indonesia, menjual buku-buku komiknya tidak lewat penerbit besar atau toko buku tapi lewat pedagang mainan anak-anak keliling. Komikus tersebut adalah Tatang S. dengan komik-komik punakawan tumaritisnya (Petruk, Gareng, Bagong) yang dipadu tokoh-tokoh superhero luar negeri, menghasilkan karakter seperti Megaloman Tumaritis, Batman Tumaritis, Spiderman Tumaritis dan sejenisnya.

Periode 1990-2000an

Pasca reformasi, dengan dibukanya keran informasi sebebas-bebasnya, dunia komik Indonesia kembali menggeliat berusaha bangkit. Penerbit besar seperti Gramedia (dengan bendera Elex Media Komputindo) pun mulai mencoba menerbitkan karya komikus lokal, seperti komik Imperium Majapahit karya Jan Mintaraga. Kemudian Mizan Komik juga menerbitkan Legenda Sawung Kampret karya Dwi Koen. Setelahnya karya-karya baru komikus lokal kembali bermunculan mencoba merebut pasar komik Indonesia.

Selain berjuang lewat penerbitan, para komikus tanah air juga berjuang membangkitkan kembali komik Indonesia lewat forum-forum dan komunitas-komunitas komik yang mulai tumbuh menjamur. Forum dan komunitas ini menjadi wadah bagi para komikus untuk mulai mengaktualisasi diri dan berkarya. Dalam forum dan komunitas inilah lalu para komikus mulai menjaring pembaca dan peminat komik. Tak jarang juga mereka menemukan sponsor yang bersedia mendanai penerbitan buku komik mereka.

2000-sekarang

Pada masa ini, perkembangan perkomikan di Indonesia sangat pesat. Style-style ala barat dan ala jepang sangat berpengaruh dalam perkembangan perkomikan di Indonesia saat ini Hal ini patut kita waspadai, karna semakin lama, maka karaktr komik Indonesia akan hillang. Jika kita dapat mengambil sisi baik dari hal tersebut, maka komik Indonesia akan lebih berwarna dengan kehadiran-kehadiran style-style baru. Contoh komik Indonesia yang sukses saat ini adalah Jingga karya sweta Kartika yang berjudul grey&jingga.



2.2 Menjadi komikus adalah profesi yang tepat sembari berkuliah

                Komikus yang tidak terikat oleh penerbit adalah profesi yang tepat bagi anda yang sedang sibuk berkuliah dan minim modal. Hanya dengan modal 20 ribu untuk membeli alat gambar, anda sudah bisa memulai untuk membuat komik. Bagi pemula, membuat komik dalam bentuk cetak tidak disarankan, karna memerlukan modal yang lumayan besar. Bagi pemula sangat disarankan mencoba mengumpulkan minat pembaca dari komik yang di upload di website-website untuk membaca komik, seperti line webtoon, ciayo comics, ataupun ngomik.com .



BAB 3

KESIMPULAN

                Melihat perkembangan komik yang begitu pesat, maka mencoba bergelut di bidang perkomikan nasional adalah keputusan yang baik sembari mengisi waktu luang sehabis kuliah. Selain menjadi aktualisasi hobi, ngomik dapat menghasilkan uang tambahan jika ditekuni secara sabar dan telaten.



http://www.alabn.com/sejarah-komik-indonesia-kejayaan-dan-kemundurannya/#

0 komentar:

Posting Komentar